Ijinkan kami mengajak Ibu, Bapak, Uwak, Tante, Om, Kakak, Adik, saudara dan kerabat sekalian untuk bersama mengenang kebaikan dan ilmu yang pernah diterima dari almarhumah mama Maria Fitria binti Tjik Agoes Kiemas. Dan, sekiranya berkenan, untuk mendoakan almarhumah bersama kami sekeluarga.
Allahummagh firlaha warhamha wa’afiha wa’fuanha.

Pengajian 100 Hari mengenang almarhumah Maria Fitria binti Tjik Agus Kiemas dilangsungkan tanggal 12 Desember 2025 di kediaman keluarga. Jika Ibu/Bapak berhalangan hadir, kami akan berterima kasih apabila Ibu/Bapak berkenan mendoakan almarhumah dari manapun berada. Klik tautan di bawah untuk membaca surat Al Fatihan dan Yasin bersama.

Katanya, kedukaan bukanlah proses yang berjalan lurus, melainkan naik dan turun. Kami mengundang Ibu, Bapak, Uwak, Tante, Om, Kakak, Adik, saudara dan kerabat untuk bersama mengingat hari-hari indah dan hal-hal baik bersama almarhumah. Silakan klik tautan di bawah untuk menuliskan kalimat doa dan kenangan untuk almarhumah Mama.

Papa membersamai Mama selama 43 tahun – sebuah perjalanan yang tidak singkat, tapi sarat makna. Nena, Bayu, Pandu meraup kasih, pelajaran, dan bahagia dari kebersamaan dengan Mama selama 3-4 dekade. Alby, Triya, Reina, Yusuf, dan Leitha mendulang cinta dan ilmu dari waktu yang lebih singkat, namun tidak kalah indah. Klik tautan di bawah untuk membaca surat cinta kami.

“There are no goodbyes for us. Wherever you are, you will always be in my heart.” – Mahatma Gandhi
Membangun memori lewat kata
Jika Ibu/Bapak, Bude/Pakde, Tante/Om, saudara sekalian berkenan meluangkan waktu, kami ingin mengundang semua untuk menuliskan kenangan baik tentang Mama. Kami berharap, kenangan tersebut bisa menjadi doa indah untuk Mama.
Silakan klik tombol di bawah untuk menuliskan kenangan tentang Mama.


Sesungguhnya, ke tanah lah kita kan kembali
Kepergian Mama meninggalkan hati-hati yang masih berproses mengobati dirinya. Ia juga meninggalkan kenangan atas semua kebaikan yang pernah dilakukan, hidup yang pernah ia sentuh, perjalanan yang pernah ia mungkinkan. Remah-remah kecil dalam kehidupan banyak orang yang pernah ia bantu, juga lubang-lubang besar yang ia tinggalkan tanpa tawanya dan hatinya yang besar. Tapi, kita cuma manusia. Dan sesungguhnya, ke tanah lah kita kan kembali. ‘Til we meet again, Mama.