43 Tahun Bersama Ria, Mensyukuri KaruniaNya
Kami menikah pada bulan Oktober 1982. Dia berasal dari keluarga Palembang yang cukup religus dan saya berasal dari keluarga Jawa yang “abangan”. Rasa saling menyayangi dan saling menghargai menghilangkan perbedaan itu.
Selama 9 tahun awal pernikahan kami, saya bekerja di offshore, sehingga dalam sebulan, saya mendampingi Ria hanya separuh waktu. Penghasilan saya cukup untuk membiayai kehidupan kami yang sederhana tapi penuh kasih. Pada tahun 1984 lahir anak pertama, 1986 lahir anak kedua dan pada tahun 1987 lahir anak ketiga, bungsu. Selama saya bekerja di offshore,Ria yang menjaga, mendidik dan membesarkan anak-anak dengan curahan kasih sayang yang cukup dan sederhana (saya berterima kasih yang mendalam untuk ini). Tanpa terasa 30 tahun berlalu, semua badai kehidupan kami selesaikan dengan saling menghormati yang dilandasi kasih sayang dan perasaan bersyukur atas karuniaNya.
Tanpa diduga, Ria menderita lumpuh karena syaraf punggungnya “kejepit”, dengan melalui kakak saya, Allah menunjukkan jalan kesembuhannya. Setelah ber-obat selama 2 tahun, seminggu 2 kali, Ria mulai bisa berdiri dan berjalan dengan bantuan “walker”. Ria bisa bangkit dari tempat tidur.
Tapi Allah SWT berkehendak lain, tak lama kemudian Ria didiagnosa mempunyai kanker di payudaranya. Kami memutuskan untuk tidak menjalani “kemotheraphy” mengingat umur yang sudah cukup lanjut dan resiko keberhasilan kemo yang rendah. Kami memilih jalan “paliatif” dari RS Dharmais.
Dengan sabar, doa dan pasrah, Ria menjalani hidup selama 13 tahun di tempat tidur. Dari rasa frustasi sampai dia kembali ceria walaupun berada di tempat tidur dengan membawa kankernya. Kasih sayang dari saya dan anak-anak menguatkan Ria untuk menerima sakitnya dengan tabah. Selama 11 tahun saya dan anak-anak menjaga Ria, alhamdulillah jarang sekali Ria kesakitan karena kankernya. Ria masih mampu menikmati kehidupannya dari tempat tidur, tidak ada pantangan untuk makan, suplemen tambahan telah menjaga kankernya menjalar ke organ lainnya.
Sewaktu Allah SWT memanggil Ria, dikarenakan karena muntah darah selama 2 hari, dan sewaktu diantar ke RS untuk rawat inap, ternyata Ria sudah menghadap Sang Khaliq terlebih dahulu.
Selamat jalan istriku, penderitaan duniamu telah berakhir, semoga Allah SWT menghapus semua dosamu dan memberikan tempat yang mulia disisiNya. Amin.
Jakarta, 21 November 2025